Jakarta –  JAYA128 Penurunan penjualan rupanya tak hanya terjadi di pasar mobil baru. Pasar mobil bekas juga ikut mengalami penurunan, meski tak signifikan.
Pasar mobil bekas tengah melemah seiring dengan pertumbuhan mobil baru yang merosot tajam. Permintaan mobil bekas di pasaran terpantau mengalami penurunan. Direktur OLXMobbi Agung Iskandar mengungkap, angka penurunan di pasar mobil bekas itu sekitar 5-10 persen jika dibandingkan semester pertama tahun 2024 mengacu pada data dari platform iklan baris di OLX.co.id.

Sebagai perbandingan, bila merujuk pada data penjualan mobil yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, selama semester satu tahun 2025, penjualan mobil baru di dalam negeri turun 8,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Angka penurunannya mencapai sekitar 35.280 unit secara wholesales. Sementara penurunan secara retail lebih signifikan yakni sekitar 9,7 persen atau sebesar 41.986 unit.

“Hal ini sehubungan dengan pelemahan daya beli konsumen dan pengetatan syarat persetujuan kredit,” ungkap Agung dalam surat elektronik kepada detikOto.

Meski begitu OLXMobbi masih mencatat kenaikan dibandingkan tahun lalu. Ini berkat inovasi dan program baru yang disajikan perusahaan. Adapun di pasar mobil bekas, masih didominasi oleh model MPV. Namun SUV tak kalah menarik dan membanjiri platform jual mobil bekas di OLX. Menyoal merek, Toyota rupanya tak hanya jadi raja di pasar mobil baru, di pasar mobil bekas pun masih banyak dicari.

“Dominasi Toyota sebagai merek terfavorit tidak tergoyahkan, baik dari sisi pencarian maupun jumlah iklan,” terang Agung.

Posisi Toyota diikuti oleh Honda dan juga Suzuki. Kondisi ini tak jauh berbeda dengan pasar mobil baru Tanah Air. Bila mengacu pada data penjualan wholesales dan retail yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia, merek-merek Jepang memang sangat mendominasi. Toyota tak pernah tergusur dari posisi puncak.

Bedanya di posisi kedua ada Daihatsu mengekor barulah diikuti Honda, Mitsubishi, dan juga Suzuki. Menariknya merek-merek China juga sudah mulai banyak dilirik dan penjualannya ikut terkerek hingga bisa tembus 10 besar terlaris di Indonesia.

“Perbedaan terlihat di posisi ketiga, di mana Suzuki lebih diminati pencari sementara Daihatsu lebih banyak diiklankan oleh penjual,” tutur Agung.

Jakarta – Kembang-kempis industri otomotif membuat banyak pabrikan otomotif memilih strategi untuk menerapkan harga terjangkau, bahkan pilihan menurunkan harga dengan iming-iming diskon kerap dilakukan. Semua hal tersebut yang kerap menjadi tanda perang harga telah dimulai, terpaksa dilakukan demi merangsang masyarakat untuk melakukan pembelian kendaraan, agar industri otomotif terus berjalan.
PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) agen pemegang merek mobil Suzuki di Indonesia memberikan suaranya, terhadap fenomena perang harga yang tengah terjadi saat ini.

“Kalau dari kami (Suzuki Indonesia) memang tidak akan bisa berkomentar secara banyak, apa yang dilakukan oleh teman-teman lain. Semua punya dapur masing-masing, tetapi kita apresiasi dengan banyaknya kompetisi maka konsumen semakin banyak pilihan,” ujar 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Harold Donnel baru-baru ini.

“Itu juga yang membuat Suzuki terdorong secara internal untuk memberikan yang terbaik. Istilahnya seperti itu, itu menjadi triggering (memicu Suzuki untuk bisa melahirkan kendaraan terbaik-Red),” Harold menambahkan.

Dalam pemberitaan detikOto sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi menegaskan, pihaknya tak bisa melakukan intervensi terharap keputusan produsen mematok harga produknya terlalu murah di Indonesia. Sebab, kata dia, ada aturan yang melarang tindakan tersebut.

“Kami dari Gaikindo tidak pernah melakukan kontrol mengenai harga, kami menyerahkan sepenuhnya harga ke pemain otomotif nasional,” ujar Yohannes Nangoi saat ditemui di ICE BSD, Tangerang.

“Karena kami juga tahu mengenai undang-undang perlindungan konsumen yang melarang kami melakukan monopoli atau apa lah begitu. Jadi meminta (produsen) menaikkan atau menurunkan harga sama-sama nggak boleh,” tambahnya.

Menurut Nangoi, perang harga punya dampak positif dan negatif. Sebab, di satu sisi, konsumen yang baru beli diuntungkan. Namun, di sisi lain, konsumen lain akan merasa dirugikan. Sehingga Nangoi mengatakan semua kebijakan diberikan kepada produsen, namun perlu diketahui mungkin langkang tersebut bisa menguntungkan untuk konsumen yang belum membeli, namun perlu diingat hal tersebut bisa mengecewakan untuk konsumen yang sudah melakukan pembelian.

Jakarta – Kijang Innova jadi mobil paling populer di Indonesia. Tak hanya di pasar mobil baru, di pasar mobil bekas pun Kijang Innova banyak dicari.
Popularitas Kijang Innova di Indonesia sudah tak perlu diragukan lagi. Nggak heran sih, soalnya sudah puluhan tahun Kijang Innova eksis di pasar otomotif Indonesia. Di pasar mobil baru, Kijang Innova masih sangat dicari.

Buktinya, dalam beberapa bulan terakhir Kijang Innova selalu menjadi mobil terlaris di Tanah Air, demikian ditunjukkan dalam data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Sepanjang semester I tahun 2025, ada 31.107 unit Kijang Innova (Zenix dan Reborn) yang didistribusikan secara wholesales.

Tapi rupanya bukan cuma di pasar mobil baru Innova banyak dicari. Di pasar mobil bekas, MPV medium ini juga diburu orang Indonesia.

“Salah satu model mobil yang sukses menjadi model paling populer adalah Toyota Kijang Innova, baik di mata pencari maupun pengiklan,” ungkap Direktur OLXMobbi Agung Iskandar melalui pesan elektronik kepada detikOto.

Agung menjelaskan, model mobil MPV memang masih banyak digandrungi orang Indonesia. Sebab mobil cocok untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat Indonesia baik untuk mobilitas sehari-hari ataupun dipakai perjalanan jauh.

“Karakteristik kabin yang luas dan nyaman tidak hanya menawarkan fungsionalitas, tetapi juga mampu memenuhi aspek emosional kekeluargaan dan kebersamaan saat bepergian,” sambung Agung.

Tak kalah penting, nilai jual kembali juga masih tinggi. Tak bisa dipungkiri, harga jual kembali merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan orang Indonesia sebelum membeli mobil. Model mobil dengan nilai jual kembali yang tinggi biasanya amat diminati. Contohnya Innova ataupun Avanza yang punya catatan nilai jual kembali masih bagus.

“Selain itu faktor resale value yang tinggi menjadi pertimbangan krusial bagi konsumen. Keunggulan ini diperkuat oleh adanya ekosistem purnajual dengan jaringan servis dan ketersediaan suku cadang yang merata hingga ke pelosok negeri,” pungkas Agung.

evaluasi transparansi rtp dalam sistem digital modern bagaimana angka diverifikasi

Jakarta – Penjualan mobil di Malaysia sepanjang kuartal dua tahun 2025 melampaui Indonesia. Apa sebabnya?
Untuk pertama kalinya penjualan mobil di Malaysia berhasil melampaui Indonesia. Hal itu terjadi pada kuartal kedua tahun 2025 saat Malaysia menjual 183.366 unit sedangkan Indonesia hanya 169.578 unit. Di Malaysia, peningkatan penjualan itu didukung dari kenaikan popularitas mobil elektrifikasi jenis listrik dan juga hybrid.

Penjualan mobil listrik tercatat naik 91 persen dibandingkan tahun lalu atau sekitar 12.733 unit. Penjualan mobil hybrid juga terkerek 12 persen menjadi 17.480 unit pada semester pertama tahun 2025.

Faktor pajak juga patut diperhitungkan. Terlebih diketahui Malaysia masih menerapkan insentif pembebasan pajak penjualan terhadap mobil baru. Ini merupakan insentif yang sudah berlangsung sejak masa pandemi dan hingga saat ini masih terus berjalan. Mobil yang dirakit lokal dibebaskan pajak 100 persen sementara mobil yang diimpor utuh alias CBU hanya dikenakan pajak separuhya. Alhasil, pajak kendaraan di sana juga lebih rendah. Sebagai contoh untuk Toyota Avanza pajak tahunan di Indonesia bisa tembus Rp 5 jutaan sementara di Malaysia hanya Rp 500 ribu.

“Dijual di Indonesia, juga diekspor ke negara lain termasuk di Malaysia. Di Indonesia, bayar pajak tahunannya Rp 5 juta, sementara di Malaysia, dengan produk yang sama (Avanza) pajak tahunan (cuma) Rp 500 ribu,” urai Sekretaris Umum Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) Kukuh Kumara.

Urusan insentif sebenarnya pemerintah Indonesia juga sudah melakukannya. Bedanya, insentif itu diberikan ke mobil listrik dan mobil hybrid. Tujuannya untuk mempercepat peralihan ke kendaraan elektrifikasi.

Selain pajak, tak kalah penting harga BBM di Malaysia yang juga lebih murah. Pemerintah negeri jiran memberikan subsidi untuk BBM jenis RON 95. Harganya dipatok RM 2,05 atau sekira Rp 7.879. Sedangkan di Indonesia harga BBM yang mendapat subsidi adalah jenis Pertalite dengan RON 90. Harga per liternya pun masih lebih mahal ketimbang RON 95 di Malaysia. Pertalite saat ini dijual Rp 10.000 per liter. Bisa jadi deretan faktor di atas juga berkontribusi terhadap kenaikan penjualan mobil di Malaysia.

Namun kalau bicara penjualan sepanjang semester I tahun 2025, Indonesia masih lebih banyak. Dalam data penjualan yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), secara wholesales ada 374.740 unit mobil terdistribusi. Sementara secara retail tembus 390.467 unit. Bagaimana dengan Malaysia? Mengutip data Malaysia Automotive Association, penjualan semester satu itu hanya mencapai 373.636 unit.

Adapun penurunan penjualan mobil di Indonesia memang tengah menuai sorotan. Soalnya penurunannya cukup tajam kalau dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengungkap penurunan ini dilandasi faktor ekonomi dan daya beli masyarakat yang merosot. Ini kata Nangoi juga menjadi sinyal kondisi perekonomian Indonesia memang tak baik-baik saja.

“Jadi faktor yg menentukan itu ekonomi agak susah, dunia tidak baik-baik, Indonesia juga ikut tidak baik-baik kalau Anda lihat. Daya beli menurun, ekonomi terganggu gara-gara yang namanya ada peperangan di Eropa, di Timur Tengah, ada (kebijakan tarif) Trump,” ungkap Nangoi belum lama ini.

Jakarta – Setelah dinanti-nantikan sejak lama, PT Toyota Astra Motor (TAM) memastikan akan meluncurkan mobil hybrid murah di Indonesia. Menariknya, peluncuran tersebut kemungkinan besar digelar tak lama lagi. Lantas, kendaraan apa gerangan?
Sebagai produsen, Toyota memang cenderung hati-hati saat meluncurkan produk elektrifikasi, termasuk hybrid. Jika sebelumnya sudah bermain di pasar yang tinggi dan menengah, kini mereka mulai masuk ke segmen yang lebih rendah.

Direktur Pemasaran PT TAM, Jap Ernando memastikan, mobil hybrid tersebut akan menjangkau banyak konsumen. Sayangnya, dia enggan menyebut nama produk baru tersebut.

“Model hybrid kita kan dimulai dari Alphard, kemudian Zenix dan Yaris, nah tunggu tanggal mainnya kita akan hadirkan mobil hybrid yang bisa menjangkau khalayak lebih luas. Saya kasih bocoran dikit lah,” ujar Jap Ernando saat ditemui di kawasan BSD, Tangerang Selatan.

Rencana Toyota meluncurkan mobil hybrid murah seakan merespons situasi pasar yang makin kompetitif. Sayangnya, mereka masih malu-malu mengungkap tanggal peluncuran produk tersebut.

“Hanya itu saja bocorannya, pokoknya tunggu tanggal mainnya,” kata Jap.

Meski masih dirahasiakan, namun ada dua kandidat produk yang kemungkinan besar dimaksud Jap, yakni Toyota Raize dan Veloz Hybrid. Mengapa keduanya paling masuk akal dijual di Indonesia?

Calon Mobil Hybrid Murah Toyota
Mengapa Raize Hybrid? Sebab, saudara kandungnya, Daihatsu Rocky Hybrid telah meluncur di Indonesia. Kendaraan itu menyasar konsumen pemula atau entry level dengan harga yang cukup terjangkau. Namun, Jap tak menolak atau mengiyakan dugaan tersebut.

Kemudian yang kedua, ada Veloz Hybrid. Kemunculan mobil tersebut sebenarnya sudah dibahas sejak lama, bahkan setahun terakhir

Sebuah kode NJKB yang diduga Toyota Veloz Hybrid pun telah tercantum di Permendagri Nomor 8 Tahun 2024 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Pajak Alat Berat Tahun 2024.

Dalam dokumen tertera kode W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT dan W 102RE-LBVEJ 1.5 0 HV CVT TSS yang mengacu ke Veloz Hybrid. Kode awalan W102RE merupakan kode produksi untuk Veloz.

Kemudian HV diyakini singkatan dari ‘Hybrid Vehicle’. Sementara CVT berarti jenis transmisi, yaitu Continuously Variable Transmission, dan TSS sebagai singkatan dari fitur Toyota Safety Sense.

Jakarta – Penjualan mobil listrik buatan China belakangan makin tak masuk akal. Bahkan, produsen hanya memerlukan waktu kurang dari 10 menit untuk menjual puluhan ribu unit kendaraan. Hal tersebut yang baru saja dialami Xpeng melalui produk terbarunya, Xpeng P7.
Disitat dari Carnewschina, Jumat (8/8), Xpeng P7 generasi terbaru meluncur beberapa hari lalu. Ketika keran pemesanan dibuka pada 6 Agustus lalu, mobil listrik itu terpesan 10 ribu unit hanya hanya dalam 6 menit 37 detik. Padahal, harga resmi kendaraan tersebut belum diumumkan!

Meski harga resmi belum diumumkan, calon konsumen hanya perlu membayar tanda jadi sebesar 99 yuan (sekitar Rp 220 ribuan) untuk mengamankan unit. Nantinya, uang tersebut bisa dipakai untuk mengurangi harga beli hingga 3.000 yuan atau Rp 6,7 juta. Peluncuran resmi dijadwalkan berlangsung akhir bulan ini.

Xpeng P7 terbaru hadir dalam tiga varian jarak tempuh: 820 km (ultra long range), 750 km (high performance), dan 702 km (long range). Semuanya menggunakan baterai besar dengan dukungan arsitektur 800V dan kemampuan fast-charging 5C. Hanya dalam 10 menit pengecasan, mobil ini bisa menempuh jarak hingga 525 km.

Secara tampilan, P7 mengusung desain agresif dengan bahasa desain Xmart Face. Lampu depan LED membentuk pola huruf H, begitu juga dengan lampu belakangnya. Sentuhan kecil berupa lampu biru di bumper belakang jadi penanda bahwa mobil ini punya teknologi bantuan berkendara canggih.

Bagian samping mobil tetap mengusung gaya fastback dengan garis atap yang mulai melandai sejak pilar B. Handle pintu tersembunyi, velg dengan desain X-shape, dan koefisien drag hanya 0,201 Cd membuatnya tampil aerodinamis sekaligus elegan. Dimensinya pun bongsor: panjang 5.017 mm, lebar 1.970 mm, tinggi 1.427 mm, dan wheelbase 3.008 mm.

Masuk ke kabin, suasana futuristik langsung terasa. Layar pusat 15,6 inci bisa diatur sudutnya secara vertikal dan horizontal hingga 25 derajat. Panel instrumen dilengkapi AR-HUD 87 inci, plus dukungan gesture control dan perintah suara yang terhubung ke sistem audio eksternal.

Xpeng membekali P7 dengan tiga chip AI Turing buatan sendiri. Dua chip untuk sistem bantuan mengemudi cerdas VLA, dan satu chip bekerja bersama Qualcomm Snapdragon 8295P untuk mendukung fitur kabin pintar VLM. Kursi belakang pun tak luput dari perhatian, dilengkapi layar hiburan 8 inci dan sudut sandaran 30° yang nyaman.

Soal performa, varian RWD dibekali motor listrik 270 kW (362 hp), sedangkan varian AWD ditambahkan motor depan 167 kW sehingga total dayanya tembus 437 kW (586 hp). Akselerasi 0-100 km/jam diklaim hanya butuh 3,7 detik, dengan top speed 230 km/jam.

Jakarta – Daihatsu Rocky Hybrid bisa dibawa pulang dengan cara kredit. Kalau pilih skema DP rendah, berapa ya cicilannya tiap bulan?
SUV kompak Daihatsu Rocky Hybrid mencuri perhatian saat meluncur di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Ini merupakan mobil hybrid pertama Daihatsu yang menyapa masyarakat Indonesia. Lebih lagi soal harganya yang terhitung masih ramah di kantong. Daihatsu Rocky Hybrid ini bisa dibawa pulang dengan mahar Rp 293,9 juta. Dipinang secara kredit pun bisa namun besar cicilannya tentu tergantung dari uang muka yang kamu bayarkan.

Skema Cicilan Daihatsu Rocky Hybrid
Makin besar uang mukanya, maka cicilan makin rendah. Namun kalau kamu pilih opsi DP rendah, risikonya cicilan akan lebih besar. Nah berikut ini skema cicilan Daihatsu Rocky Hybrid DP rendah yaitu 20 persen dikutip detikOto dari laman salah satu lembaga pembiayaan.

Harga: Rp 293,9 juta
DP 20 persen: Rp 58,78 juta
Tenor: 12 bulan
Total pembayaran pertama: Rp 87.586.270
Cicilan per bulan: Rp 21,626 juta
Tenor: 24 bulan
Total pembayaran pertama: Rp 77.686.763
Cicilan per bulan: Rp 11,717 juta
Tenor: 36 bulan
Total pembayaran pertama: Rp 74.476.139
Cicilan per bulan: Rp 8,498 juta
Tenor: 48 bulan
Total pembayaran pertama: Rp 72.871.957
Cicilan per bulan: Rp 6,886 juta
Tenor: 60 bulan
Total pembayaran pertama: Rp 71.997.363
Cicilan per bulan: Rp 6,003 juta
Nah itu tadi skemanya kalau DP sekitar 20 persen, cicilannya paling rendah Rp 6 jutaan tiap bulannya. Bila menginginkan cicilannya Rp 3 jutaan per bulan, maka opsinya uang muka mencapai 60 persen dari total harga. Dengan opsi tenor 48 bulan dan 60 bulan, Daihatsu Rocky bisa dicicil Rp 3 jutaan tiap bulan. Perlu dicatat, skema di atas tidak mengikat. Untuk mengetahui skema pastinya, kamu bisa langsung mendatangi dealer Daihatsu terdekat.

Spesifikasi Daihatsu Rocky Hybrid
Sebagai informasi tambahan, Rocky Hybrid menggunakan mesin bensin 1.200 cc WA-VEX yang terintegrasi dengan baterai Hybrid sebesar 177,6 volt, serta transmisi khusus hybrid Transaxle. Motor listrik Rocky Hybrid mampu menghasilkan tenaga maksimum sebesar 106 PS dan torsi maksimum 170 Newton meter, sehingga menjadikan mobil ini memiliki torsi terbesar di kelasnya dengan akselerasi yang sangat responsif.

Baterai pada Rocky Hybrid memiliki daya 0,74 kWh, atau 6 kali lebih besar dibandingkan mobil lain di kelasnya, bahkan setara dengan hybrid SUV medium yang beredar saat ini.

Dalam hal efisiensi bahan bakar, Rocky Hybrid menjadi yang terbaik di kelasnya karena mampu mencapai 28 KM/L dengan mode pengujian WLTC (Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Cycle), bahkan mampu mencapai hingga 34,8 KM/L berdasarkan metode pengujian JC08 (Japan Cycle 08) yakni pengujian efisiensi bahan bakar di Jepang.

Rocky Hybrid juga memiliki akselerasi responsif yang mampu mencapai kecepatan 0-100 km/jam dalam waktu sekitar 10 detik menjadikannya yang tercepat di kelasnya. Secara eksterior, Rocky Hybrid memiliki bodi compact dengan desain powerful dan agresif.

Jakarta – VinFast coba bawa penyegaran akan lahirnya kendaraan listrik di Indonesia, bukan melulu bicara soal kendaraan ramah lingkungan, namun menurut pabrikan Vietnam ini lahirnya kendaraan listrik bisa dikawinkan dengan sebuah pertukaran budaya.
Pada GIIAS 2025 kemarin, VinFast pun membuktikan perpaduan budaya Indonesia dengan Vietnam mampu menarik perhatian pengunjung. Berkat pendekatan inovatif yang memadukan teknologi, budaya, dan komitmen terhadap mobilitas berkelanjutan, VinFast berhasil meraih dua penghargaan dari penyelenggara GIIAS 2025 yakni Favourite Booth Passenger Car 450-750 sqm dan Favourite Booth Best Collaboration bersama IKAT Indonesia.

“Kami merasa sangat terhormat menerima dua penghargaan ini di GIIAS 2025. Kolaborasi dengan Didiet Maulana mencerminkan upaya kami dalam memadukan inovasi dengan budaya, sementara keberagaman lini produk yang kami hadirkan menunjukkan komitmen kami dalam mendukung transisi ke mobilitas listrik. Kami akan terus berinovasi dan membangun hubungan yang kuat dengan konsumen Indonesia,” ujar CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto.

Penghargaan Best Collaboration diraih berkat kerja sama kreatif antara VinFast dan Didiet Maulana, desainer tekstil dan mode ternama sekaligus Direktur Kreatif Sarupa by IKAT Indonesia. Dalam kolaborasi ini, Didiet merancang motif ikat eksklusif bertajuk Amatra Kalanara.

Motif ini terinspirasi dari kekayaan budaya Indonesia serta filosofi pelayanan VinFast yang hangat, progresif, dan bersahabat. Elemen visual dalam Amatra Kalanara turut mengadaptasi bentuk dari logo VinFast, mencerminkan semangat kepeloporan, inovasi teknologi, serta dedikasi terhadap masa depan hijau dan berkelanjutan.

Sedangkan untuk penghargaan Favorite Booth – Passenger Car (450-750 sqm) diberikan atas desain booth VinFast yang dinilai inspiratif dan interaktif, denganmenampilkan total 11 unit kendaraan listrik dari berbagai segmen, mulai dari VF 3, VF 5, VF 6, VF 7 hingga VF e34.

Melalui inovasi teknologi, pendekatan kolaboratif, dan komitmen keberlanjutan, VinFast coba membuktikan bahwa mereka merupakan salah satu pemain utama dalam transformasi mobilitas hijau Indonesia, bukan hanya hari ini, tapi juga untuk masa depan.

Jakarta – Menjual jitu128pertama.com mobil bekas bisa bikin mumet. Seringkali, mobil tak langsung terjual dengan cepat. Padahal, mobil incaran sudah ada di depan mata. Pemilik mobil pun dibikin dilema karena menanti hal yang tak pasti. Sebab, mobil belum terjual tapi keingingan punya mobil baru tak tertahan lagi.
Nah buat kamu yang mau tukar tambah mobil lama ke mobil baru anti-ribet, bisa lewat OLXMobbi. Soalnya kamu akan dibantu mendapatkan mobil baru tanpa khawatir mobil lama belum terjual. Di OLXMobbi, lewat kampanye #PilihYangAhli mobil bisa terjual secara cepat dan mobil impian langsung terealisasi serta bisa dibawa pulang.

“Yang bikin mumet itu, apakah mobil lama bisa dipastikan terjual secara cepat dengan harga yang tepat ketika seseorang akan beli mobil impian. Proses penjualan yang ribet malah bisa jadi keluar biaya tambahan nantinya,” ungkap Direktur OLXMobbi Agung Iskandar baru-baru ini.

Kemudahan proses tukar tambah mobil di OLXMobbi itu dapat dilihat saat ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. OLXMobbi yang merupakan official trade-in partner GIIAS 2025, menyediakan layanan tukar tambah secara instan.

Cara pengajuannya juga sangat mudah dan cepat. Pengunjung hanya perlu datang ke booth inspeksi OLXMobbi di Area Parkir Hall 11 ICE BSD. Di situ, mobil akan dilakukan inspeksi hanya dalam waktu 60 menit.

Setelah pengecekan selesai, kamu akan diberi tahu taksiran harga secara transparan. Bila terjadi kesepakatan, maka uang akan segera ditransfer setelah semua dokumen lengkap.

Kehadiran OLXMobbi ini menjadi solusi tukar tambah mobil yang aman dan nyaman. Terlebih, OLXmobbi menawarkan cashback hingga Rp 6,8 juta untuk setiap transaksi tukar tambah mobil selama GIIAS 2025 berlangsung kemarin.

Cashback ini bisa menjadi tambahan diskon yang signifikan untuk rencana kamu beli mobil baru, atau bahkan tambahan dana segar untuk kebutuhan lainnya. Nggak heran kalau mobil lama bisa terjual dengan harga kompetitif, plus tambahan keuntungan berupa uang tunai.

Selain kemudahan tukar tambah mobil, OLXMobbi juga menawarkan mobil bekas berkualitas. Kamu nggak perlu khawatir dengan kondisi mobil sehingga merasa beli ‘kucing dalam karung’. Soalnya OLXMobbi punya tenaga ahli inspeksi yang profesional dan memiliki jam terbang sangat tinggi dari Astra.

“Tentunya memiliki kredibilitas tinggi di bidang otomotif,” terang Agung dalam pesan elektronik kepada detikOto.

Alhasil, kamu bisa membeli mobil bekas dengan kualitas yang jempolan. Soalnya berkat kompetensi yang dimiliki oleh tenaga ahli inspeksi tersebut, calon pembeli akan disajikan laporan menyeluruh soal kondisi mobil secara akurat, transparan, dan komprehensif. Urusan inspeksi mobil bekas, OLXMobbi memang tak perlu diragukan lagi. OLXmobbi telah melakukan inspeksi lebih dari 100 ribu mobil bekas selama tahun 2024.

“Informasi menyeluruh mengenai kondisi kendaraan yang disampaikan memungkinkan pelanggan untuk mengambil keputusan pembelian dan penjualan mobil bekas dengan lebih aman dan nyaman,” tegas Agung.

Di sisi lain, pasar mobil bekas memang masih menggoda. OLXMobbi bahkan masih mencatat kinerja positif dibandingkan tahun lalu di tengah pasar otomotif Tanah Air yang tengah lesu. Hal ini dapat tercapai berkat inovasi dan program baru yang diluncurkan OLXMobbi beserta perusahaan ekosistem Astra lainnya.

Jakarta – Pasar mobil ASEAN masuk babak baru. Sebab, untuk pertama kalinya, Malaysia sukses melampaui Indonesia dalam penjualan mobil kuartal II tahun ini. Lantas, model mobil seperti apa yang menjadi primadona di Tanah Melayu?
Menurut laporan Nikkei Asia, merek legendaris seperti Perodua dan Proton masih menguasai pasar setempat. Pangsa pasarnya tembus 63 persen pada paruh pertama tahun ini.

Secara spesifik, ada dua model mobil yang menjadi bintang utama di Malaysia, yakni Perodua Alza dan Proton Saga. Keduanya sukses bersaing dengan sedan-sedan Jepang seperti Toyota Vios dan Honda City. Kombinasi harga terjangkau, fitur kekinian, plus efisiensi bahan bakar membuatnya laris manis.

Perodua Alza merupakan MPV 7 penumpang yang dikenal lega dan irit. Dibekali mesin 1.5 liter, desain modern, fitur keselamatan lengkap, dan harga ramah kantong, mobil ini jadi incaran keluarga muda Malaysia.

Sementara Proton Saga merupakan sedan kompak legendaris yang sudah ada sejak puluhan tahun silam. Versi terbarunya tetap mempertahankan harga terjangkau, tapi dengan upgrade fitur seperti infotainment layar sentuh, kontrol stabilitas elektronik, dan mesin 1.3 liter yang efisien.

Tak hanya mobil bensin, tren mobil listrik dan hybrid juga ikut mendorong penjualan. Konsumen Malaysia mulai melirik kendaraan ramah lingkungan, apalagi dengan adanya insentif pemerintah.

Hasilnya, penjualan mobil di Malaysia pada kuartal II 2025 tercatat 183.366 unit, mengalahkan Indonesia yang hanya membukukan 169.578 unit pada periode yang sama.

Di Indonesia, penjualan justru melempem. Data menunjukkan, ada penurunan 21 persen pada Juni, terjun bebas sejak Maret 2024. Faktor utamanya? Daya beli kelas menengah yang menurun dan aturan kredit yang makin ketat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kelas menengah di Indonesia menyusut dari 21,4 persen populasi pada 2019 jadi cuma 17,1 persen pada 2024. Dampaknya terasa ke banyak sektor, termasuk otomotif.