daza08313@gmail.com

Jakarta – Pajak PCX 2025 tembus Rp 500 ribuan. Begini rincian pajak PCX 2025.
Honda PCX bisa jadi opsi buat kamu yang tengah mengincar skutik bongsor. Apalagi kalau kamu punya budget Rp 40 jutaan, tinggal bawa pulang skutik bermesin 160 cc satu ini. Kalau sudah punya, jangan lupa untuk bayar pajaknya tiap tahun ya. Untuk diketahui, dalam catatan detikOto, pajak PCX 2025 sebesar Rp 500 ribuan. Rincian pajak tahunan Honda PCX 160 2025 adalah sebagai berikut.

Pajak PCX 2025
PKB (Pajak Kendaraan Bermotor): Rp 498.000
SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan): Rp 35.000
Total: Rp 533.000
Pajak itu berlaku untuk PCX tipe RoadSync yang terdaftar di wilayah Jakarta. Motor itu juga terdaftar sebagai kendaraan pertama atas nama perusahaan. Bisa jadi besar pajak berbeda untuk tipe dan di daerah lainnya.

Spesifikasi Honda PCX 2025
Sebagai informasi tambahan, Honda PCX 160 belum lama ini dipoles tampilannya. Honda PCX 160 terbaru ini memiliki sentuhan baru dengan model dual headlamp. Selain itu bagian fairing dibuat lebih lebar dan agresif dengan tambahan lekukan-lekukan. Sama seperti generasi sebelumnya, generasi PCX 160 terbaru ini juga memiliki fitur lampu DRL LED. Lanjut ke buritan belakang, ada sedikit perubahan desain pada lampu rem dan lampu seinnya. Secara dimensi motor ini masih mirip mirip dengan versi sebelumnya. Panjang 1.936 mm, lebar 742 mm, dan tinggi 1.123 mm. Sumbu rodanya 1.313 mm.

PCX juga masih ramah dengan tinggi rata-rata orang Indonesia. Jarak terendah ke tanah 135 mm. Kapasitas tangki bahan bakar masih 8,1 liter. Kemudian untuk akomodasi, PCX 160 masih memiliki penyimpanan seluas 30 liter.

Di bagian dapur pacu, Honda mengusung mesin 157 cc eSP+, 4 katup, 1 silinder, SOHC, yang bisa memuntahkan tenaga maksimal hingga 11,8 kW di 8.500 rpm dengan torsi puncak 14,7 Nm di 6.500 rpm. New Honda PCX 160 dipasarkan dengan 3 tipe yaitu CBS, ABS, dan RoadSync.

Jakarta – Sebelum sebesar sekarang, Build Your Dreams (BYD) harus melalui perjalanan panjang yang jauh dari kata mudah. Bahkan, untuk sampai ke titik sekarang, mereka sempat diragukan banyak pihak, mulai dari konsumen hingga kompetitor. Kini, keteguhan mereka membuahkan hasil.
Perjalanan BYD di pentas otomotif dunia dimulai dari sebuah gudang di Shenzen, China. Mereka menjadikan bangunan sederhana itu sebagai kantor utama saat perusahaan berdiri di awal 1995. Ketika itu, BYD hanya punya 20 pegawai dengan pendanaan awal US$ 300 ribu atau Rp 4,8 miliar.

Pada mulanya, BYD bergerak sebagai perusahaan baterai. Mereka menyuplai kebutuhan komponen tersebut untuk sejumlah produsen ponsel, salah satunya Nokia. Barulah kemudian mereka merambah bisnis otomotif pada 2003. BYD mengakuisisi perusahaan bernama Qinchuan Automobile Company.

Tak lama setelahnya, mobil pertama BYD meluncur di China. Kendaraan tersebut bernama BYD F3 dan belum menggunakan mesin listrik, melainkan internal combustion engine (ICE). Menariknya, mobil itu hanya dibanderol separuh dari kompetitor utamanya, Toyota Corolla.

BYD F3 hanya butuh waktu setahun untuk meledak di pasaran. Bahkan, kendaraan perdana mereka itu dikirim ke sejumlah negara peminat, termasuk Eropa dan Amerika Selatan.

BYD kemudian meluncurkan mobil plug-in hybrid pertamanya pada akhir 2008, yakni BYD F3DM. Menurut informasi, ‘DM’ pada nama kendaraan tersebut merujuk pada ‘dual mode’. Sebab, mobil bergerak menggunakan dua sumber tenaga, yakni mesin dan baterai.

Barulah akhirnya BYD meluncurkan mobil listrik pertama bernama E6 pada 2009. Kendaraan tersebut menjadi permulaan untuk pabrikan sebelum beralih sepenuhnya ke elektrifikasi pada 2022.

Dalam perjalanan panjang tersebut, BYD juga melakukan banyak inovasi, salah satunya mengenalkan Blade Battery pada 2020. Teknologi tersebut membuat baterai lebih tipis dan menambah efisiensi pendinginan serta meminimalkan risiko terjadinya kebakaran.

Lalu, setahun setelahnya, BYD juga mengembangkan teknologi DM-I super hybrid dan platform mobil listrik e-platform 3.0. Platform tersebut digunakan di beberapa kendaraan, seperti Dolphin dan Seal.

Makin Dikenal, Penjualan Meroket
Sejalan dengan tingkat popularitasnya, kini penjualan mobil BYD makin meroket di dunia, termasuk Indonesia. Jika dulu mereka memerlukan waktu 13 tahun untuk menjual 1 juta unit kendaraan, kini mereka bisa menjual 4 juta unit mobil hanya dalam setahun!

Disitat dari laman Carnewschina, penjualan mobil BYD di dunia mencapai 4.272.145 unit sepanjang tahun lalu. Nominal tersebut naik 41,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bahkan, mereka mampu menjual 514 ribu unit mobil ramah lingkungan selama Desember 2024!

Kini, BYD telah menjelma menjadi raksasa otomotif dunia. Karuan saja, sejak awal berdiri hingga sekarang, mereka sudah memproduksi 13 juta unit mobil ramah lingkungan atau NEV. Hebatnya lagi, mereka hanya butuh delapan bulan untuk melompat dari 10 juta ke 13 juta unit.

Hingga akhir tahun lalu, BYD yang semula hanya menggunakan gudang sebagai kantor utama, telah memiliki 968.872 tenaga kerja. Sebagai produsen yang baru berusia 30 tahun, angka tersebut benar-benar mengesankan!

BYD tentu tak berhenti di situ, mereka terus melakukan inovasi dan gebrakan baru di pasar otomotif global. Jika saat ini mereka menyandang status ‘Raja Mobil China’, bukan mustahil di masa depan mereka menjadi ‘Raja Mobil Dunia’.

Jakarta – Pasar mobil di Indonesia mengalami penyusutan 10 persen sepanjang Januari-Juli 2025. Ini menjadi sinyal bahaya, target 900 ribu yang dipatok Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) berpotensi tidak tercapai, bahkan angka penjualan terancam lebih kecil lagi.
Berdasarkan data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) Gaikindo, pasar otomotif Indonesia sudah terdistribusi sebanyak 435.390 unit sepanjang Januari-Juli 2025, capaian itu menyusut 10,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Capaian retail sales juga mengalami tren negatif, sebanyak 453.278 unit kendaraan yang dikirim ke garasi konsumen, jumlah tersebut turun 10,8 persen dari tahun lalu yang mencatatkan angka 508.041 unit.

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto masih memantau pergerakan penjualan pada bulan-bulan selanjutnya soal revisi target. Kendati trennya mengalami penyusutan dibandingkan tahun lalu.

“Kita tunggu bulan-bulan mendatang ya,” kata Jongkie kepada detikOto.

Tren penurunan penjualan sudah terjadi sejak dua tahun belakangan. Penjualan mobil pada 2024 mencapai 865.753 unit mobil. Angka ini menurun jika dibandingkan dengan total penjualan mobil pada 2023 yakni 1.005.802 unit mobil.

Gaikindo menargetkan penjualan mobil 900 ribu unit pada tahun 2025 ini. Target tersebut belum direvisi di tengah kondisi market yang mengalami penurunan penjualan sepanjang tujuh bulan pertama 2025. Market otomotif kerap bergerak dinamis.

Sementara itu, masih ada secercah harapan, penjualan mobil nasional pada bulan Juli 2025 lalu tercatat mencapai mencapai 60.552 unit. Naik 2.753 unit atau 4,8 % dibanding Juni 2025 yang sebanyak 57.799 unit.

Sebagai catatan, ada sederet pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh setiap pihak terkait untuk mendongkrak penjualan mobil di Tanah Air.

“Harus memenuhi persyaratan seperti pertumbuhan ekonomi makro yang dapat meningkatkan daya beli (PR pemerintah), menata ulang kenaikan harga mobil yang konsisten sekitar 7% per tahun termasuk berbagai beban pajak terkait mulai dari industri tier 4 hingga tier 1 (PR para APM dan Pemerintah), kecepatan eksekusi insentif pemerintah (PR Pemerintah), relaksasi opsen pajak daerah (PR Pemda),” kata Pengamat Otomotif, Yannes Pasaribu dikutip dari CNBC Indonesia.

Tugas lainnya, kata dia, kemampuan menjaga inflasi yang rendah, inovasi produk dan model pembiayaan. Dan, termasuk PR para endorser, APM, dealer, blogger, komunitasotomotif, yaitu terkait literasi teknologi kepada masyarakat.

“Jika PR ini tidak berhasil dikerjakan, maka sales akhir tahun bisa di bawah 800.000-an,” ucap Yannes.

“Kecuali terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi makro yang signifikan di semester 2 tahun ini,” sambungnya.

Cuan128 Login CUAN128 LOGIN

Jakarta – Meski penjualan kendaraan saat ini tengah menurun, hal tersebut tidak mengendurkan persaingan antar brand otomotif. Bahkan untuk segmen SUV Compact atau mini SUV, bisa dikatakan cukup banyak pemainnya. Sebut saja seperti Suzuki Fronx, Toyota Raize, Daihatsu Rocky, Honda WR-V, Wuling Alvez, dan Chery Tiggo 5X.
Melihat persaingan yang ketat, rupanya tidak membuat Suzuki gentar untuk bersaing di dalamnya, dengan mengandalkan Suzuki Fronx. Seperti yang disampaikan 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Harold Donnel beberapa waktu lalu.

Lelaki yang kerap disapa Harold ini mengatakan Suzuki sudah mengetahui segmen SUV Compact atau mini SUV ini dipadati berbagai merek, bahkan menurut Suzuki ke depannya segmen ini akan semakin sesak. Kendati demikian Harold memastikan hal itu bukanlah malah untuk brand asal Jepang dengan logo ‘S’ ini.

“Iya (Suzuki sudah memprediksi SUV Compact akan banyak sekali pemainnya),” kata Harold.

Baca juga : Bengkel Knalpot Mobil Terdekat – Terbaik 2025

“Kalau kami sendiri sebenarnya soal prediksi atau tidak, kami lebih kepada Preparing for The Worst Case, ya artinya sebelum Fronx ini benar-benar diluncurkan kita sudah mengetahui bahwa pasarnya akan sepadat apa. Dan kalau dari tren riset-riset pun sebenarnya dalam beberapa tahun ke depan segmen ini akan semakin lebih padat lagi. Jadi kita memang sudah mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga Fronx itu kita hadirkan dengan harga yang sudah diberikan kemarin,” Harold menambahkan.

Harold menambahkan bahwa Suzuki sangat percaya Fronx menjadi kendaraan yang bakal dipilih konsumen di Indonesia.

 

“Suzuki Fronx masih memiliki kepercayaan diri dalam hal leading penjualan. Salah satu yang membuat kami semakin percaya diri ialah bahwa Fronx ini adalah New born atau memang produk yang benar-benar baru. Jadi bukan perubahan minor atau major change, tapi totally new model,” ujar Harold.

Keyakinan Suzuki akan Fronx memang bukan isapan jempol. Terbukti pada penyelenggaraan GIIAS 2025 kemarin, Suzuki Fronx menjadi model yang paling banyak dipilih pengunjung di Booth Suzuki untuk di-test drive mencapai 66 persen dibandingkan model Suzuki lainnya.

Suzuki Fronx tersedia dalam tiga varian berbeda, yakni GL, GX, dan yang termahal, SGX. Sementara pilihan transmisinya manual dan matik.

Mesin Suzuki Fronx tersedia dalam dua opsi. Khusus untuk tipe terendah GL, Suzuki Fronx menggunakan mesin berkode K15B 1.500 cc dengan transmisi manual 5 percepatan dan transmisi otomatis 4 percepatan. Sedangkan untuk tipe GX dan SGX hadir dengan mesin K15C 1.500 cc mild hybrid bertransmisi otomatis 6 percepatan.

Mesin K15B pada Fronx tipe GL memiliki tenaga maksimal hingga 104,7 PS / 6.000 rpm dan torsi maksimal 138 Nm / 4.400 rpm. Sedangkan mesin K15C mild hybrid pada tipe GX dan SGX memiliki tenaga maksimal 100,6 PS / 6.000 rpm dan torsi maksimal 135 Nm / 4.400 rpm.

Pilihan warnanya sangat banyak. Varian GL punya opsi warna cool black, pearl snow white dan mettalic magma grey. Kemudian untuk varian GX ada tambahan savanna ivory. Sedangkan varian SGX punya pilihan warna dual tune seperti pearl snow white-black, savanna ivory-black dan ice grayish blue-black.

Suzuki untuk pertama kali menanamkan fitur ADAS di Suzuki Fronx. Teknologi tersebut mengusung nama Suzuki Safety Support dan hanya tersedia di varian tertinggi kendaraan.

Berikut fitur-fitur ADAS pada Suzuki Fronx:
– Adaptive Cruise Control

– Lane Keep Assist

– Autonomous Emergency Braking (DSBS II)

– Head Up Display

– Lane Departure Prevention

– Lane Departure Warning

– Rear Cross Traffic Alert

– 360 View Camera

– Vehicle Swaying Warning

– Blind Spot Monitor

– High Beam Assist

– Parking Sensor

 

statistik distribusi rtp mengapa fluktuasi jangka pendek adalah hal yang normal

Jakarta – Denza, sub brand merek premium dari BYD melantai di Indonesia sejak tujuh bulan yang lalu. Baru satu produk yang dijual Denza di sini. Bagaimana performanya?
Denza masuk untuk menggoda para konglomerat yang demen naik mobil Multi Purpose Vehicles (MPV) lewat D9. Segmen MPV premium Tanah Air didominasi oleh model-model sekelas Toyota Alphard, Toyota Vellfire, hingga Lexus LM350.

Kehadiran Denza digadang-gadang untuk menggoda konsumen di segmen premium tersebut dengan MPV listrik.

Denza D9 coba mendobrak pasar dengan harga kompetitif serta jaminan purna jual. Harga mobil listrik itu diumumkan Rp 950 juta (On The Road Jakarta) pada 22 Januari 2025.

Sebagai merek baru, Denza menawarkan garansi kendaraan hingga 6 tahun atau 150 ribu km, garansi motor 8 tahun atau 150 ribu km, dan baterai 8 tahun atau 160 ribu km.

Bagaimana performa penjualannya? Denza D9 menjadi salah satu kontributor besar penjualan BYD di Indonesia. Baru diluncurkan di awal tahun, ribuan unit MPV listrik mewah itu sudah mengaspal di Tanah Air.

Berdasarkan data wholesales (distribusi pabrik ke dealer) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Denza D9 sudah dikirim sebanyak 6.256 persen. Atas hasil ini Denza menempati urutan ke-13 merek mobil terlaris di Indonesia.

Sementara angka retail sales-nya, Denza sudah mengirim mobil ke konsumen sebanyak 5.516 unit. Hasil ini cukup untuk mengantarkan Denza ke posisi 11 merek mobil terlaris, persis di belakang Wuling dengan capaian 10.971 unit.

Perlu diketahui penjualan retail terbesar Denza D9 terjadi pada Maret dengan angka 1.801 unit, dan Juni 1.128 unit.

Untuk mendukung penjualan mobil mewah Denza, BYD telah membuka lima dealer khusus Denza di kota-kota besar di Indonesia. Ke depan, rencananya akan ada lima dealer khusus Denza lagi yang segera dibuka.

https://naderkarimi.github.io/public/membedah-arsitektur-grid-modular-rahasia-di-balik-ritme-permainan-mahjong-ways.html

Jakarta – Kaca film punya peran yang cukup banyak, bukan soal privasi kabin supaya tidak terlihat jelas dari luar. Tetapi juga menjaga suhu kabin tetap adem.
Baru-baru ini, Wincos, brand kaca film premium dari Lintec Jepang merilis kaca film Thermal Shield, hasil kerjasama dengan tim balap Honda Racing Indonesia.

Kaca film Thermal Shield adalah jenis kaca film yang dirancang khusus untuk menahan panas matahari secara lebih efektif dibanding kaca film pada umumnya.

“Kolaborasi bersama Honda Racing Indonesia memberi kami insight berharga tentang kebutuhan performa ekstrem dan kenyamanan di medan balap. Hal tersebut menjadi inspirasi kami untuk terus menyempurnakan teknologi kaca film kami – dan Thermal Shield adalah hasil nyata dari proses riset yang panjang,” ujar Fajar Solihin selaku Presiden Direktur PT. Lintec Jakarta dalam keterangannya.

Jadi apa teknologi yang dimiliki dari kace film terbaru dari Wincos: Thermal Shield?

Wincos menyebut kaca film ini dirancang dengan perlindungan infrared rejection, — ukuran seberapa besar kemampuan kaca film menahan atau memblokir radiasi inframerah (infrared) dari sinar matahari agar panasnya tidak masuk ke dalam kabin. Wincos menyebut kaca film ini punya kemampuan hingga 99.8%. Singkatnya kaca film ini memberikan perlindungan maksimal dan perlindungan dari panas berlebih di dalam kabin kendaraan.

Selain itu, kaca film ini juga memiliki teknologi Nano IR (infrared) memungkinkan Wincos memblokir sekaligus tetap menjaga visibilitas transparan.

Seperti disinggung sebelumnya, kaca film thermal shield ini merupakan hasil development Wincos Jepang dengan masukan dari team HRI, ini menjadi langkah pertukaran pengetahuan antara dunia balap dan teknologi perlindungan kendaraan harian.

Kaca film Thermal Shield disebut menjadi opsi bagi pemilik mobil yang menginginkan visibilitas optimal tanpa mengorbankan perlindungan dari paparan panas. Saat ini kaca film thermal shield tersedia dengan kegelapan 40% dan direkomendasikan untuk pemasangan kaca depan serta panoramic sunroof.

Jakarta – Militer Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) dilaporkan bakal membeli Tesla Cybertruck. Bukan untuk kendaraan dinas tapi dipakai sebagai target sasaran rudal.
Dikutip dari The Drive dan Business Insider, Angkatan Udara AS ingin membeli dua Cybertruck untuk pengujian tembakan rudal langsung.

Informasi ini diperoleh dari dokumen pengadaan yang dilaporkan pertama kali oleh The War Zone. Spesifikasi Cybertrucks yang bakal dibeli hanya perlu dapat ditarik, tidak berfungsi, dan baterainya harus dilepas. Cybertruck termasuk di antara 33 kendaraan untuk pengujian tembakan rudal langsung di White Sands Missile Range, New Mexico

Dalam dokumen terpisah dijelaskan mengapa Tesla Cybertruck secara khusus diperlukan untuk latihan tembak. Alasan terbesarnya, musuh berpeluang menggunakan truk berlapis baja tahan karat di medan perang karena daya tahannya.

“Di ruang operasi, kemungkinan jenis kendaraan yang digunakan oleh musuh dapat beralih ke Tesla Cybertruck,” kata dokumen itu.

“Pengujian perlu mencerminkan situasi dunia nyata. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk mempersiapkan unit untuk operasi dengan mensimulasikan skenario sedekat mungkin dengan situasi dunia nyata,” tambahnya lagi.

Lebih lanjut, rencana ini disebut mendukung program U.S. Special Operations Command’s (SOCOM) Stand Off Precision Guided Munitions (SOPGM). SOPGM mencakup berbagai jenis munisi pandu presisi yang diluncurkan dari udara khusus untuk operasi khusus, termasuk berbagai varian AGM-114 Hellfire, misil AGM-176 Griffin, GBU-69/B Small Glide Munition (SGM), dan GBU-39B/B Laser Small Diameter Bomb (LSDB).

Belum ada komentar dari militer AS maupun pihak Tesla.

Sebagai catatan, Tesla Cybertruck merupakan pikap berkabin ganda yang menggunakan baja tahan karat ultra keras (ultra-hard 30X cold-rolled stainless steel) untuk memberikan perlindungan lebih saat mengalami benturan keras. Selain itu, kendaraan tersebut juga sudah punya kaca armor yang membuatnya tak mudah pecah.

Tesla masih mempertahankan desain produksi yang ‘agak’ lain. Truk tersebut, terbuat dari baja tahan karat mengkilap dan dibentuk menjadi bidang datar, sebagian garis desainnya terinspirasi oleh mobil yang berubah menjadi kapal selam dalam film James Bond tahun 1977 “The Spy Who Loved Me.

Tahun lalu, pemimpin Chechnya alias Chechen di Rusia, Ramzan Kadyrov, memamerkan Tesla Cybertruck yang sudah dibekali senjata seperti senapan mesin di bagian baknya. Dia sesumbar mobil tersebut bakal dipakai untuk perang Ukraina. Namun, Kadyrov kemudian menuduh Tesla sudah menonaktifkan mobilnya jarak jauh, lalu menyebut Elon Musk “tidak jantan.”

Kaca dan panel samping Cybertruck telah terbukti tahan peluru, mampu menghentikan peluru pistol berkecepatan subsonik, hal yang sangat ditonjolkan saat kendaraan ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2019. Elon Musk pernah menggambarkan kendaraan ini sebagai mobil yang tahan kiamat.

Jakarta – Motor superbike Honda CBR1000-RR milik Michael Schumacher laku dilelang oleh RM Sotheby’s. Harganya terjual di luar dari prediksi.
Jadi, motor Honda CBR1000RR SC59 “Fireblade” milik Schumacher dilelang bulan lalu. Awalnya motor ini diproyeksikan bisa laku dengan harga antara US$ 30 ribu hingga US$ 40 ribu (Rp 487 jutaan – Rp 650 jutaan). Saat lelang usai, harganya naik dari perkiraan.

Motor ini pernah dipakai dalam sesi track day oleh Michael Schumacher. Motor itu sudah dimodifikasi, Holzhauer Racing Performance meracik dari spesifikasi jalan raya menjadi siap ngebut di aspal sirkuit.

Motor ini dilengkapi dengan kontrol traksi dan kontrol wheelie yang dikelola oleh ECU, serta komponen khusus seperti airbox, pendingin oli, quick shifter, sistem knalpot Akrapovič Titan.

Motor ini belum digunakan dalam waktu yang lama, sehingga memerlukan servis dan pemeriksaan sebelum digunakan di lintasan. Odometer menunjukkan 3.752 kilometer.

CBR lansiran 2010 ini laku pada harga 64.800 EUR atau sekitar Rp 1,2 miliaran! Namun bukan cuma motor yang didapat, sebab lelang tersebut disertai dengan helm Schuberth dan sepeasang sarung tangan, masing-masing ditandatangani oleh Schumacher.

Well, jika dibandingkan sepeda motor balap yang pernah dilelang, harganya masih terpaut jauh. Misalnya Ducati Desmosedici GP7 milik Casey Stoner yang memenangkan gelar MotoGP 2007, yang terjual seharga sekitar $535.000 pada tahun 2024, serta KTM RC16 yang digunakan oleh Brad Binder selama musim 2023, yang mencapai kecepatan tertinggi 366,1 km/jam, yang ditawarkan dalam lelang oleh RM Sotheby’s pada Mei 2025. Motor tersebut laku sekitar $398.000.

Jakarta – Jarak tempuh jadi salah satu senjata utama pabrikan mobil listrik dalam memasarkan produknya. Berdasarkan ujicoba terhadap beberapa brand di Australia, kenyataan tak semanis klaim.
Di seluruh dunia, setiap mobil listrik yang dijual selalu mencantumkan kapasitas baterai dan klaim jarak tempuh yang bisa dicapai dalam satu kali pengisian daya hingga full 100%. Saat ini, setidaknya, tiga metode atau standarisasi populer yang paling sering digunakan.

Yang kerap dipakai di Indonesia adalah WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure). Ada juga NEDC (New European Driving Cycle), yang digunakan sebelum WLTP hadir. Lalu ada CLTC yang dikembangkan dan banyak dipakai di China.

Belum lama ini, Australian Automobile Association (AAA), sebuah badan didanai Pemerintah Australia, melakukan pengujian klaim jarak tempuh baterai kendaraan listrik. Hasilnya, seluruh produk yang diujicoba ternyata didapat jarak tempuh yang lebih pendek.

Dikutip dari Guardian, ada beberapa mobil listrik populer di Australia yang diuji. Hasilnya beragam, meski kesimpulannya sama: jarak tempuh dalam kondisi real lebih pendek dibanding yang diklaim pabrikan — dengan selisih 5% sampai 23%.

Australian Automobile Association dalam pernyataannya menyebut penelitian dilakukan demi membantu publik dan konsumen Australia mendapatkan informasi yang jelas terhadap mobil yang akan atau sudah mereka beli. Selain itu, AAA menyatakan serangakaian tes dilakukan demi menjawab keraguan serta kekhawatiran publik atas jarak tempuh kendaraan listrik dalam kondisi real, alias pemakaian sehari-hari.

Penelitian yang dilakukan tidak main-main. AAA telah memulainya sejak 2022, dengan dana yang disiapkan pemerintah sebesar 14 juta Dollar Australia, setara Rp 148,7 miliar dan puluhan jenis mobil listrik ditest.

Hasil Ujicoba Jarak Tempuh BYD, Tesla, Kia, dan Smart
Salah satu mobil yang dites baru-baru ini adalah BYD Atto 3 keluaran tahun 2023 versi extended range. BYD Atto 3 tersebut punya jarak tempuh 369 km dengan konsumsi energi sebesar 180 Wh/km. Angka ini di bawah klaim BYD, yang disebut punya jarak tempuh 480 km dengan konsumsi energi 149 Wh/Km.

Berikutnya ada Kia EV6, yang diklaim punya jarak tempuh 528 km dan konsumsi daya 165 Wh/km. Pada kenyataannya, EV6 keluaran tahun 2022 yang dicoba punya jarak tempuh 484 km dengan konsumsi energi 166 wh/km.

Untuk Tesla Model 3 keluaran tahun 2024 yang dites, menunjukkan hasil serupa. Diklaim mampu melaju sejauh 513 km dalam sekali pengisian, mobil laris di Australia ini hasil tesnya menunjuk angka 441 km pada sekali pengisian daya.

Selanjutnya ada Smart #3. Diklaim mampu melaju hingga 455 km dengan konsumsi energi 163 Wh/km, mobil ini pada kondisi nyata bisa melaju sejauh 432 km dengan konsumsi energi 170 Wh/km.

Mobil Bensin Juga Diuji
AAA merupakan badan pemerintah utama yang mengeluarkan kebijakan hingga advokasi untuk berbagai jenis kendaraan di Australia. Termasuk kendaraan berbahan bakar besin dan solar.

Beberapa bulan lalu mereka juga merilis hasil ujicoba banyak kendaraan BBM. Hasilnya, sebanyak 77% kendaraan bensin dan solar punya konsumsi BBM lebih besar dibanding yang klaim pabrikan. Atinya, lebih boros BBM dibanding yang dipromosikan.

“Dengan semakin banyak mobil listrik masuk ke pasar Australia, konsumen kini bisa memahami para pendatang baru tersebut terkait jarak tempuh baterainya,” kata Michael Bradley, managing direktur AAA.

Pengujian kendaran-kendaraan listrik ini dilakukan di sekitar Geelong, negara bagian Victoria. Pengujian di antaranya dilakukan di dalam sirkuit, di jalan tol, serta jalanan wilayah pemukiman.

Jakarta – Sejak pekan lalu, motor bebek terbaru Honda, yakni New Honda Wave 125 menjadi perbincangan di mana-mana. Sebab, kendaraan tersebut punya konsumsi BBM yang terlalu irit! Bahkan, angkanya jauh lebih baik ketimbang skuter matik (skutik) bermesin kecil.
Dilansir dari Greatbiker, Senin (11/8), Honda Wave 125 bukan meluncur di Indonesia, melainkan di Thailand. Motor bebek tersebut, berdasarkan standar ECE R40 Mode, punya konsumsi BBM hingga 71,4 km. Sementara tangki bahan bakarnya punya kapasitas 5,4 liter.

Sehingga, jika dihitung secara kasar, Honda Wave 125 bisa melaju sejauh 385 km dalam kondisi full tank. Maka, dengan kalkulasi kotor, motor tersebut bisa dipakai pulang-pergi (PP) Jakarta-Bandung tanpa isi BBM.

Namun, sekali lagi, hasil akhirnya bisa saja berbeda-beda. Tergantung gaya berkendara, bobot pengemudi dan rute yang dilalui selama pengetasan.

Honda Wave 125 terbaru menggunakan mesin yang sama seperti model sebelumnya, yakni berkapasitas 124,8cc dengan muntahan tenaga 9,1 dk dan torsi 10 Nm. Kendaraan tersebut dibekali Honda Smart Engine dengan teknologi injeksi yang efisien dan ramah lingkungan.

Spesifikasi Honda Wave 125 Terbaru
Honda Wave 125 terbaru hadir dengan desain segar, fitur lebih canggih dan pilihan warna premium yang membuatnya terlihat mewah dari segala sudut. Tak tanggung-tanggung, Honda juga menggandeng artis populer asal Thailand, Joey Phuwasit untuk mengenalkan motor tersebut.

Wave 125 dikenal sebagai motor keluarga nomor satu di Thailand selama puluhan tahun terakhir. Generasi terbarunya tetap mempertahankan keunggulan klasik seperti ketangguhan, irit bahan bakar dan kemudahan perawatan.

Dari sisi tampilan, Wave 125 2025 mendapat pembaruan pada lekukan bodi yang lebih modern serta pilihan warna baru yang memberi kesan premium tanpa kehilangan DNA bebek sejati. Honda mengklaim desainnya kini lebih aerodinamis sekaligus tetap praktis untuk penggunaan harian, termasuk membawa barang atau melintasi jalanan padat.

Fitur-fiturnya juga ikut naik level. Wave 125 terbaru kini dibekali Honda Smart Key alias kunci pintar tanpa colok, USB-C charger untuk mengisi daya ponsel, hingga sistem pengereman CBS atau combi brake system yang membuat pengereman depan dan belakang lebih seimbang.

Berikut Harga Honda Wave 125 di Thailand
Standard – 57,200 baht (Rp 28,7 juta)
Alloy Wheel – 59,400 baht (Rp 29,8 juta)
Alloy Wheel w/ Keyless – 60,800 baht (Rp 30,5 juta)
Special Edition – 66,200 baht (Rp 33,2 juta).